Rabu, 28 November 2012

PEWARNAAN FLAGEL METODE GRAY

AGNES MONICA - LE O LE O LE O


Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei, le o le o le o heeei

Aku dengar ada yang bicara
Papa mamaku punya cita-cita
Dia baru berusia lima
Tapi semangatnya sungguh sempurna

Never in your life, let them talk to you like you can not
Yes, you’re young but you’re right
Walk your miles, do your part with a smile
’cause you’re young, you’re young, you’re young

Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Hidupmu itu adalah kamu
Bukan kata tidak mampu, tak peduli usiamu

Aku muda (aku muda) aku bisa (aku bisa)
Tak perlu ragukan yang kau lihat
Orang ikuti ku punya jejak
Kamu yang nakal bikin ku bosan
Mulut setan bicara tak karuan

Never in your life, let them talk to you like you can not
Yes, you’re young but you’re right
Walk your miles, do your part with a smile
’cause you’re young, you’re young, you’re young
Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Hidupmu itu adalah kamu
Bukan kata tidak mampu, tak peduli usiamu

Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa

Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati
Le o le o le o heeei, le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati

Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Hidupmu itu adalah kamu
Bukan kata tidak mampu, tak peduli usiamu

Hidupku itu adalah aku
Bukan kamu dan ragumu, jangan sama-samakanku
Biar ku berlari pakai hati
Tak berhenti sampai mati, aku muda aku bisa

Le o le o le o heeei
Ku berlari pakai hati, tak berhenti sampai mati

SPEKTOFOTOMETER

1. Pengertian Spektofotometer adalah merupakan alat yang digunakan untuk pengukuran intesitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbiskan dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek kaca yang disebut kuvet. an spektrofotometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih lebih dapat terseleksi dan ini diperoleh dengan alat pengurai seperti prisma, grating ataupun celah optis. Pada fotometer filter, sinar dengan panjang gelombang yang diinginkan diperoleh dengan berbagai filter dari berbagai warna yang mempunyai spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu. Pada fotometer filter, tidak mungkin diperoleh panjang gelombang yang benar-benar monokromatis, melainkan suatu trayek panjang gelombang 30-40 nm. Sedangkan pada spektrofotometer, panjang gelombang yang benar-benar terseleksi dapat diperoleh dengan bantuan alat pengurai cahaya seperti prisma. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorpsi untuk larutan sampel atau blangko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorpsi antara sampel dan blangko ataupun pembanding (Khopkar SM,1990).

2. Jenis Spektofotometer dibagi menjadi dua
    a. Single beam adalah dengan cahaya melewati satu arah sehingga nilai yang diperoleh hanya nialai diabsorbsi dari larutan yang dimasukkan.
    b. Spektrofotometer double-beam, nilai blangko dapat langsung diukur bersamaan dengan larutan yang diinginkan dalam satu kali proses yang sama.
Pada prinsipnya dengan adanya chopper yang akan membagi sinar menjadi dua, dimana salah satu melewati blanko (disebut juga reference beam) dan yang lainnya melewati larutan (disebut juga sample beam).

3. Secara garis besar spektrofotometer terdiri dari 4 bagian penting yaitu :
     a. Sumber Cahaya
          Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki pancaran radiasi yang stabil dan intensitasnya tinggi. Sumber energi cahaya yang biasa untuk daerah tampak, ultraviolet dekat, dan inframerah dekat adalah sebuah lampu pijar dengan kawat rambut terbuat dari wolfram (tungsten). Lampu ini mirip dengan bola lampu pijar biasa, daerah panjang gelombang (l ) adalah 350 – 20 nanometer (nm).
      b. Monokromator Monokromator adalah alat yang berfungsi untuk menguraikan cahaya polikromatis menjadi beberapa komponen panjang gelombang tertentu
(monokromatis) yang bebeda (terdispersi).
      c. Cuvet
Cuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan sebagai tempat contoh atau cuplikan yang akan dianalisis. Cuvet biasanya terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan bentuk tabung empat persegi panjang 1 x 1 cm dan tinggi 5 cm. Pada pengukuran di daerah UV dipakai cuvet kwarsa atau plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam cuvet dapat dipakai untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).
      d. Detektor
Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang. Detektor akan mengubah cahaya menjadi sinyal listrik yang selanjutnya akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk jarum penunjuk atau angka digital.

 4. Fungsi alat spektrofotometer dalam laboratorium adalah mengukur transmitans atau absorbans suatu contoh yang dinyatakan dalam fungsi panjang gelombang.

5. Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian di serap dalam medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan dengan konsentrasi sampel. Studi spektrofotometri dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Hukum Beer menyatakan absorbansi cahaya berbanding lurus dengan dengankonsentrasi dan ketebalan bahan/medium.

6. Yang perlu dikalibrasi :
     a. Kalibrasi Panjang gelombang
  • menggunakan filter gelas holium oksida yang memupnyai panjang gelombang acuan (nm) :
clip_image006
  • pasang  filter gelas holium oksida pada kompartemen sampel dan kompartemen pembanding dibiarkan kosong (udara)
  • Scan spektrum serapan holium oksida, bandingkan panjang gelombang spektrum yang diperoleh dengan data panjang gelombang acuan.
     b. Kalibrasi Absorbans
  • Buat larutan kalium dikromat 50 + 0,5 mg dalam 1 liter 0,005 mol/L asam sulfat (larutan A)
  • Buat larutan kalium dikromat 100 + 1  mg dalam 1 liter 0,005 mol/L asam sulfat (larutan B)
  • buat larutan 0,005 mol/L asam sulfat sebagai pembanding dan bandingkan hasilnya dengan data acuan (+ 2%)
clip_image008

Kelompok :
A 102.08.039
A 102.08.040
A 102.08.041
A 102.08.042

Sumber :
(http://hildan09.student.ipb.ac.id/2011/03/26/spektrofotometer-ipbbiokimia/) (http://sekara08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/spektrofotometer/)
(http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrofotometer)
(/http://catatankimia.com/catatan/kaliberasi-spektrofotometer-uv-vis.html)

Selasa, 06 November 2012

PENGECATAN GRAM

Pengecatan Gram merupakan pewaranaan differensial yang bertujuan untuk membedakan sifat bakteri yaitu bakteri gram positif (+) dan gram negatif (-). Bakteri Gram + biasanya berwarna ungu sedangkan bakteri Gram negatif berwarna merah, disebabkan oleh perbedaan struktur padda dinding sel bakteri gram positif dan bakteri gram negatif, dimana bakteri gram positif memiliki lapisan dinding sel yang tebal dan sedikit mengandung lipid dibandingkan bakteri gram negatif yang banyak mengandung lipid. ketika pemucatan dinding sel yang tebal pada bakteri gram positif akan mengalami penyusutan oleh pelarutan alkohol karena terjadinya dehidrasi, yang menyebabkan pori-pori dinding sel menutup dan mencegah larutnya warna ungu kristal iodium pada langkah pemucatan. sedangkan sel bakteri gram negatif mempunyai kandungan lipid yang lebih banyak pada dinding selnya. Dan pada umumnya lipid mudah larut saat pencucian alkohol maupun aseton. Dengan larutnya lipid pada dinding sel bakteri gram negatif akan memperbesar pori-pori dinding sel sehingga warna ungu kristal iodium akan lebih mudah hillang pada saat pemucatan.

Prinsip dari :

Gram positif : bakteri mengikat kuat cat utama (Gram A) dan tidak luntur oleh cat peluntur (Gram C) dan tidak mengikat kuat cat lawan (Gram D) sehingga bakteri berwarna ungu.


Gram negatif : bakteri tidak mengikat kuat cat utama (gram A) dan luntur oleh cat peluntur (Gram C) dan mengikat kuat cat lawan (Gram D) sehingga bakteri berwarna merah. 

Cara Kerja :
A. Pembuatan Preparat :

1. objek glass dan ohse disterilkan diatas pembakar spirtus agar bersih, bebas lemak dan kering.
2. ambil 2-3 ohse sample bakteri secara aseptis, kemudian aratakna diatas objek galss .
3. kering anginkan kemudian fiksasi diatas nyala api sebanyak 3X.

B. Pengecatan :
1. Genangi preparat yang sudah kering dengan Gram A selama 2-5 menit,
2. Buang sisa cat dan genangi gram B selam 20-30 detik,
3. Buang sisa cat dengan air mengalir, decolorisasi dengan gram C sampai luntur,
4. Cuci dengan air mengalir, genagi dengan gram D selam 2-3 menit.
5. Buang sisa cat dengan air mengalir, kering anginkan.
6. Amati dibawah mikroskop dengan obyektif 100 kali dan emersi oil.


bakteri gram positif
bakteri gram negatif
Pembahasan :
A. faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman dalam reaksi pewarnaan gram
    1. sifat, konsentrasi, dan jumlah zat yang dipakai.
    2. konsentrasi dan umur reagen yang digunakan dalam pewarnaan gram
    3. kerapatan sel pada olesan, pada pewarnaan gram, olesan yang terlalu tebal tidak akan memucat secepat seperti olesan dengan kerapatan sel yang normal.
    4. pelaksaanaan fiksasi panas terhadap olesan, olesan bakteri yang dipanaskan secara berlebihan akan menyebabkan pecahnya dinding sel.
    5. sejarah biakan, yakni meliputi umur biakan serta keasaman, pH meium tempat bakteri tumbuh.
B. Kelebihan dan Kekurangan pengecatan Gram
1. Kelebihan :
    a. pengecatan gram penting sebagai pedomanawal untuk memutuskan terapi antibiotik, sebelum tersedia bukti definitif bakteri penyebab infeksi (kultur dan tes kepekaan bakteri terhadapa ntibiotik). hal ini karena gram +  dan Gram - mempunyai kepekaan yang berbeda terhadap berbagai antibiotika.
    b. kadang-kadang morfologi bakteri yang telah dicat gram mempunyai makna diagnostik. misalnya pada pengecatan gram ditemukan gram - diploccoci intraseluler dari pus uretral, maka memberikan presumptive diagnosis untuk penyakit infeksi gonore.
2. Kekurangan.
pengecatan gram memerlukan mikroorganisme dalam jumlah banyak yakni lebih dari 10 pangkat 4 per ml. sampel yang cair dengan jumlah kecil mikroorganisme miaslnya cairan serbrospinal, memerlukan prosedur centrifuge dulu untuk mengkonsetraikan mikrorganisme tersebut. endapan hasil centrifuge kemudian dilakukan pengecatan untuk diperiksa secara mikroskopis

DAFTAR PUSTAKA
Hadioetomo, Ratnasari.1990."Mikrobiologi Dasar dalm Praktek".Jakarta :Gramedia Pustaka.

 


ION SELECTIVE ELECTRODA

I. Ion Selective Electroda
   Sensor yang mengubah aktivitas ion spesifik yang larut dalam larutan menjadi listrik potensial yang dapat diukur dengan voltmeter atau pH meter.

II. Prinsip Umum Ion Selective Electroda
Pada keadaan setimbang, potensial membran bergantung pada ion luar membran.Secara singkat tegangan diukur sebanding dengan logaritma konsentrasi dan sensitivitas elektoda dinyatakan sebagai slope elektroda - dalam milivolt per dekade konsentrasi. Dengan demikian elektroda dapat dikalibrasi dengan mengukur tegangan dalam solusi yang mengandung, misalnya, 10ppm dan 100ppm dari ion target, dan Slope akan kemiringan garis kalibrasi (lurus) digambar pada grafik mV vs konsentrasi Log.
              yaitu S = [mV (100ppm) - mV (10ppm)] / [Log100 - log10]

 III. Jenis-jenis dari Ion Selective Electroda 

1. Kaca membran 
2. Membran Crystalline
3. Berbasis cairan elektroda
4. Senyawa elektroda 
IV. Keuntungan dan Kekurangan
A. Keuntungan
     1. linear respon lebih bisa sampai 4-6
     2. tidak mengkontaminasi
     3. waktu respon yang singkat dalam hitungan detik maupun menit.
     4. tidak terpengaruh oleh warna atau kekeruhan
B. Kekurangan
    1. Presisi jarak lebih dari 1%
    2. Elektoda dapat diganjal oleh protein atau zat terlarut organik lainnya
    3. elektroda menanggapi aktivitas ion terkomplekskan.
    4. Interferensi oleh ion lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.sfu.ca/chemistry/groups/Li/chem215/selective.PDF
http://www.nico2000.net/datasheets/How%20ISEs%20Work.doc
http://en.wikipedia.org/wiki/Ion_selective_electrode

kelompok :
Maria Irma A (A 102.08.039)
Mentari Dewi  (A 102.08.040)
Mey Cahya Dwi  (A 102.08.041)
Murti Aprillia (A 102.08.042)
 

Rabu, 31 Oktober 2012

REFRAKTOMETER dan POLARIMETER

REFRAKTOMETER

1. PENGERTIAN REFRAKTOMETER
Refraktometer (ditemukan oleh Dr. Ernest Abbe seorang ilmuan dari German pada permulaan abad 20) adalah alat ukur untuk menentukan indeks bias cairan atau padat, bahan transparan dan refractometry. Misalnya gula, garam, protein, dsb. Indeks bias sendiri adalah perbandingan kecepatan cahaya dalam udara dengan kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Indeks bias berfungsi untuk identifikasi zat kemurnian, suhu pengukuran dilakukan pada suhu 20oC dan suhu tersebut harus benar-benar diatur dan dipertahankan karena sangat mempengaruhi indeks bias.  Prinsip Kerja Refraktometer memanfaatkan refraksi cahaya. Pengukurannya didasarkan atas prinsip bahwa cahaya yang masuk melalui prisma-cahaya hanya bisa melewati bidang batas antara cairan dan prisma kerja dengan suatu sudut yang terletak dalam batas-batas tertentu yang ditentukan oleh sudut batas antara cairan dan alas
gambar : refrakometer
2. Pembiasaan Cahaya
Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya. Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu :
- Mendekati Garis Normal
Cahaya dibiakan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optic kurang rapat kemedium optic lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari .udara kedalam air.
- Menjauhi Garis Normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium optic lebih rapat kedalam optic kurang rapat, contoh cahaya merambat dari dalam air ke udara.
3. Ada empat jenis refraktometer utama:
a. refraktometer genggam tradisional (traditional handheld refractometers),
b. refraktometer genggam digital (digital handheld refractometers),
c. laboratorium ataurefraktometer Abbe( Abbe refractometers), dan
d. proses refraktometer inline(inline process refractometers).
4. Bagian-bagian Refraktometer

Gambar 2. Bagian-Bagian Refraktometer

a.      Day Light Plate
Day light plate terbuat dari bahan kaca. Fungsi komponen tersebut ialah mencegah prisma tergores oleh debu atau benda asing, dan agar sample yang diteteskan pada prisma tidak jatuh atau tumpah.
b.      Prisma
Prisma merupakan komponen yang sensitive terhadap goresan. Prisma berfungsi untuk membaca skala atau indeks bias dari zat terlarut dan mengubah cahaya polikromatis menjadi monokromatis.
c.      Knop Pengatur Skala
Knop pengatur skala berfungsi untuk mengkalibrasi alat dengan menggunakan aquades. Cara kalibrasi yaitu obeng minus diletakkan pada knop pengatur skala, lalu diputar-putar hingga specific grafity (rapatan jenis) menunjukkan hasil 1.000.
d.      Lensa
Lensa pada refraktometer berfungsi untuk memfokuskan cahaya dan berada dalam bagian handle.
e.      Handle (pegangan)
Handle yaitu area genggaman pada saat memegang refractometer yang dilengkapi dengan grip (permukaan kasar) agar tidak licin saat memegang alat tersebut. Handle berfungsi untuk area memegang refraktometer dan menjaga suhu tetap stabil.  Handle terbuat dari bahan karet karena karet merupakan bahan isolator yang tahan terhadap panas dan bahan karet dapat menjaga kestabilan suhu.
f.      Biomaterial Skip
Komponen tersebut berfungsi untuk menstabilkan suhu (200C) dengan range suhu 150C – 280C dan berada di bagian dalam handle.
g.      Skala
Skala berfungsi sebagai pembacaan specific grafity atau rapatan jenis(Sp G), indeks refraksi atau indeks bias (ND), dan konsentrasi suatu zat yang dianalisis. Skala berada di bagian dalam handle.
h.      Lensa Pembesar
Lensa pembesar berfungsi untuk melihat atau mempermudah ketajaman skala, serta berada di bagian dalam handle.
i.      Eye Pieces  berfungsi untuk melihat pembacaan skala dengan menggunakan detector mata.
5. Cara Pengoperasian dan Cara pemeliharaan
Cara Pengoperasian
1.      Day light plate dibuka dengan menggunakan ibu jari.
2.      Day light plate dan prisma dibersihkan dengan aquades.
3.      Kemudian dilakukan penyekaan dilakukan secara satu arah dan bebas.
4.      Apabila refraktometer sudah lebih dari tiga bulan tidak digunakan, bleaching (pemutih 10%) digunakan untuk membersihkan plat-plat yang terbentuk.
5.      Lalu kalibrasi dilakukan menggunakan aquades.
6.      Aquades diteteskan pada prisma dan jangan sampai ada gelembung. Apabila terdapat gelembung, maka akan mempengaruhi nilai ND sehingga pengukura tidak tepat.
7.      Mata melihat hasil pengukuran dari eye piece hingga ada garis perbatasan antara biru dan putih yang menunjukkan hasil pengukuran.

8.      Setelah digunakan, prisma dan day light plate dibersihkan dengan aquades.
9.      Kemudian diseka dengan satu arah.
10.  Refraktometer disimpan kembali di dalam box (wadah).
Cara Pemeliharaan
1.      Sebelum dan setelah digunakan, prisma dan day light plate selalu dibersihkan dengan aquades serta diseka dengan tisu.
2.      Refraktometer diletakkan pada wadah khusus.
3.      Apabila refraktometer tecelup dalam air, segera dikeringka dengan udara, lalu dipaparkan terhadap cahaya matahari agar terhindar dari terbentuknya embun pada permukaan lensa.
4.      Jangan terkena cahaya matahari langsung. 
5.      Prisma dijaga agar tidak tergores.

POLARIMETER
1.  PENGERTIAN POLARIMETER 
Polarimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besarnya putaran optik yang dihasilkan oleh suatu zat yang bersifat optis aktif yang terdapat dalam larutan. Jadi polarimeter ini merupakan alat yang didesain khusus untuk mempolarisasi cahaya oleh suatu senyawa optis aktif. Senyawa optis aktif adalah senyawa yang dpat memutar bidang polarisasi, sedangkan yang dimaksud dengan polarisasi adalah pembatasan arah getaran (vibrasi) dalam sinar atau radiasi elektromagnetik yang lain. Untuk mengetahui besarnya polarisasi cahaya oleh suatu senyawa optis aktif, maka besarnya perputaran itu bergantung pada beberapa faktor yakni struktur molekul, temperatur,  panjang gelombag, banyaknya molekul pada jalan cahaya, jenis zat, ketebalan, konsentrasi dan juga pelarut.
2. Jenis-jenis Polarimeter
a.Manual
Polarimeter paling awal, yang tanggal kembali ke tahun 1830-an, yang dibutuhkan pengguna secara fisik memutar analyzer, dan detektor itu mata pengguna menilai saat yang paling bersinar cahaya melalui. Sudut ditandai pada skala yang mengelilingi analyzer tersebut. Desain dasar masih digunakan dalam polarimeter sederhana. 
 
b.Semi Otomatis
Hari ini ada juga polarimeter semi-otomatis, yang membutuhkan deteksi visual tetapi push menggunakan-tombol untuk memutar analisa dan menawarkan tampilan digital. 
 
c. Sepenuhnya Otomatis
Yang paling polarimeter modern yang sepenuhnya otomatis, dan hanya memerlukan user untuk menekan tombol dan menunggu pembacaan digital.
Polarimeter dapat dikalibrasi - atau setidaknya diverifikasi - dengan mengukur piring kuarsa, yang dibangun untuk selalu membaca di sudut rotasi tertentu (biasanya 34 °, tetapi +17 ° dan 8,5 ° adalah juga populer tergantung pada sampel) . piring Quartz yang disukai oleh banyak pengguna karena contoh padat jauh lebih sedikit dipengaruhi oleh variasi suhu, dan tidak perlu dicampur on-demand seperti solusi sukrosa. 
 
Sudut rotasi zat optik aktif dapat dipengaruhi oleh:
  • Konsentrasi sampel
  • Panjang gelombang cahaya melewati sampel (umumnya, sudut rotasi dan panjang gelombang cenderung berbanding terbalik)
  • Suhu sampel (umumnya kedua secara langsung proporsional)
  • Panjang sel sampel (masukan oleh pengguna ke polarimeter otomatis paling untuk memastikan akurasi yang lebih baik)
polarimeter modern Sebagian besar metode kompensasi untuk atau mengendalikan ini. 
3. Prisip kerja Polarimeter
Prinsip kerja alat polarimeter adalah sebagai berikut:  sinar yang datang dari sumber cahaya (misalnya lampu natrium) akan dilewatkan melalui prisma terpolarisasi (polarizer), kemudian diteruskan ke sel yang berisi larutan. Dan akhirnya menuju prisma terpolarisasi kedua (analizer). Polarizer tidak dapat diputar-putar sedangkan analizer dapat diatur atau di putar sesuai keinginan. Bila polarizer dan analizer saling tegak lurus (bidang polarisasinya juga tega lurus), maka sinar tidak ada yang ditransmisikan melalui medium diantara prisma polarisasi. Pristiwa ini disebut tidak optis aktif.
Jika zat yang bersifat optis aktif ditempatkan pada sel dan ditempatkan diantara prisma terpolarisasi maka sinar akan ditransmisikan. Putaran optik adalah sudut yang dilalui analizer ketika diputar dari posisi silang ke posisi baru yang intensitasnya semakin berkurang hingga nol.Untuk menentukan posisi yang tepat sulit dilakukan, karena itu digunakan apa yang disebut “setengah bayangan” (bayangan redup). Untuk mancapai kondisi ini, polarizer diatur sedemikian rupa, sehingga setengah bidang polarisasi membentuk sudut sekecil mungkin dengan setengah bidang polarisasi lainnya. Akibatnya memberikan pemadaman pada kedua sisi lain, sedangkan ditengah terang. Bila analyzer diputar terus setengah dari medan menjadi lebih terang dan yang lainnya redup. Posisi putaran diantara terjadinya pemadaman dan terang tersebut, adalah posisi yang tepat dimana pada saat itu intensitas kedua medan sama. Jika zat yang bersifat optis aktif ditempatkan diantara polarizer dan analizer maka bidang polarisasi akan berputar sehingga posisi menjadi berubah. Untuk mengembalikan ke posisi semula, analizer dapat diputar sebesar sudut putaran dari sampel.
Sudut putar jenis ialah besarnya perputaran oleh 1,00 gram zat dalam 1,00 mL larutan yang barada dalam tabung dengan panjang jalan cahaya 1,00 dm, pada temperatur dan panjang gelombang tertentu. Panjang gelombang yang lazim digunakan ialah 589,3 nm, dimana 1 nm = 10-9m. Sudut putar jenis untuk suatu senyawa (misalnya pada 25o C) Macam macam polarisasi antara lain, polarisasi dengan absorpsi selektif, polarisasi akibat pemantulan, dan polarisasi akibat pembiasan ganda.
a.      Polarisasi dengan absorpsi selektif, dengan menggunakan bahan yang akan melewatkan (meneruskan) gelombang yang vektor medan listriknya sejajar dengan arah tertentu dan menyerap hampir semua arah polarisasi yang lain.
b.    Polarisasi akibat pemantulan, yaitu jika berkas cahaya tak terpolarisasi dipantulkan oleh suatu permukaan, berkas cahya terpanyul dapat berupa cahaya tak terpolarisasi, terpolarisasi sebagian, atau bahkan terpolarisasi sempurna.
  c. Polarisasi akibat pembiasan ganda, yaitu dimana cahaya yang melintasi medium isotropik (misalnya air). Mempunyai kecepatan rambat sama kesegala arah. Sifat bahan isotropik yang demikian dinyatakan oleh indeks biasnya yang berharga tunggal untuk panjang gelombang tertentu.  Pada kristal – kristal tertentu misalnya kalsit dan kuartz, kecepatan cahaya didalamnya tidak sama kesegala arah. Bahan yang demikian disebut bahan anisotropik ( tidak isotropik). Sifat anisotropik ini dinyatakan dengan indeks bias ganda untuk panjang gelombang tertentu. Sehingga bahan anisotropik juga disebut bahan pembias ganda
 4. Cara kerja
a.       Siapkan larutan sampel yang akan diuji.

b.      Tabung porselin dibersihkan dengan air.

c.       Tabung porselin diisi dengan aquades sampai penuh, diusahakan jangan sampai timbulgelembung udara, kemudian tabung ditutup hingga rapat.

d.      Tabung dimasukkan ke dalam polarimeter.

e.       Analizer diputar hingga medan pandang yang nampak pada teropong gelap semua.

f.       Kedudukan sudut polarizer dapat dibaca pada skala polarimeter.

g.      Kemdian atur cahaya hingga terlihat setengah terang, terang, setengah gelap dan diukurPutaran optiknya.

h.      Suhu aquades diukur dengan menggunakan thermometer.

i.        Tabung porselin dicuci hingga bersih

5. Bagian-bagian Polarimeter
Bagian-Bagian Alat Polarimeter
a.    Sumber  Cahaya
Alat polarimeter terdiri dari beberapa bagian. Bagian yang pertama ialah sumber cahaya. Sumber cahaya terdiri dari dua jenis, yaitu sumber cahaya filament dan sumber cahaya natrium. Sumber cahaya filament digunakan untuk alat model lama, sedangkan sumber cahaya natrium digunakan untuk alat model baru. Filter dari sumber cahaya natrium ialah filter orange dengan panjang gelombang 589 nm. Sumber cahaya ditutup agar cahayanya focus dan tidak ada udara.
b.        Prisma Nicole
Bagian lain dari polarimeter ialah prisma Nicole. Bagian ini disebut polarisator yang berfungsi mengubah cahaya monokromatis menjadi lebih terpolarisasi. Ilustrasi perubahannya yakni sebagai b
c.    Tabung Sampel
Bagian berikutnya ialah tabung sampel. Tabung sampel  terbuat dari kaca yang memiliki dua pengaman, yaitu karet dan skrup. Pemasangan pengaman harus dilakukan secara berurutan jika tidak akan merusak lensa. Urutan pemasangan ialah lensa, karet, setelah itu baru skrup. Tabung sampel  terdiri dari bermacam-macam ukuran tergantung jumlah sampel yang diuji.  Pada saat memasukkan sampel lebih baik yang dibuka ialah bagian bawahnya supaya tidak ada gelembung udara pada tabung. Pengisian sampel jangan sampai ada gelembung udara karena dapat menyebabkan pembiasan cahaya. Bagian gondok pada tabung dirancang untuk menjebak udara dalam tabung.
d. Prisma Analisator
Prisma analisator merupakan bagian lain dari alat ini. Fungsi prisma ini ialah untuk mensejajarkan sudut yang dihasilkan dari senyawa aktif optik. Bagian lain dari polarimeter ialah mikroskop dan skala. Mikroskop berguna untuk menentukkan cahaya yang sudah sejajar sehingga sudut hitung rotasinya dapat dilihat dari skala. Bagian yang diatur pada alat polarimeter ini ialah lensa analisator. Sudut putar adalah sudut yang ditunjukkan oleh analisator setelah sinar melewati larutan dan membentuk cahaya yang redup. Apabila bidang polarisasi berputar kea rah kiri (levo) dilihat dari pihak pengamat, peristiwa ini disebut polarisasi putar kiri. Demikian juga untuk peristiwa sebaliknya (dextro).  
DAFTAR PUSTAKA 
http://www.scribd.com/doc/69388116/Cara-Kerja-Alat-Polarimeter
http://www-supadi.blogspot.com/2012/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html
http://arfiyahtrimeirina.blogspot.com/2012/01/laporan-praktikum-pemeliharaan-dan.html

kelompok
Maria Irma Ayu Dhamayanti ( A 102.08.039 )
Mentari Dewi Sartika ( A 102.08.040 )
Mey Cahya Dwi Hutama ( A 102.08.041 )
Murti Aprillia Asih ( A 102.08.042 )